颛孙哗
2019-05-22 04:21:05
发布时间2016年8月16日上午12:53
2016年8月16日上午1:13更新

DIBERHENTIKAN。 Arcandra Tahar akhirnya diberhentikan secara terhormat oleh Presiden Joko“Jokowi”Widodo pada Senin,15 Agustus。 Namun,Istana tidak menjelaskan alasan pemberhentian Arcandra。 Foto oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

DIBERHENTIKAN。 Arcandra Tahar akhirnya diberhentikan secara terhormat oleh Presiden Joko“Jokowi”Widodo pada Senin,15 Agustus。 Namun,Istana tidak menjelaskan alasan pemberhentian Arcandra。 Foto oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - (更新)Presiden Joko“Jokowi”Widodo akhirnya mengambil keputusan untuk memberhentikan secara terhormat Menteri ESDM,Arcandra Tahar dari posisinya。 Hal ini diumumkan pasca Arcandra diketahui menjadi warga negara Amerika Serikat melalui proses naturalisasi sejak tahun 2012 lalu。

“Presiden memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat saudara Arcandra Tahar dari posisinya sebagai Menteri ESDM。 Keputusan ini diambil untuk menyikapi pertanyaan-pertanyaan publik terkait status kewarganegaraan Arcandra,“ujar Menteri Sekretaris Negara,Pratikno ketika memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan pada Senin,15 Agustus。

Keputusan tersebut,kata Pratikno akan mulai berlaku efektif pada hari Selasa,16 Agustus。 Sambil menunggu penunjukkan pengganti Arcandra,Presiden Jokowi menunjuk Luhut Panjaitan selaku Menteri Koordinator bidang Kemaritiman sebagai pelaksana tugas dan tanggung jawab。

“Pak Luhut akan menjabat posisi itu hingga Presiden menunjuk Menteri ESDM yang baru,”kata Pratikno lagi。

Sayangnya,Pratikno tidak menjelaskan alasan Presiden memberhentikan Arcandra。 Pun,saat media mencoba menanyakan lebih lanjut kepada juru bicara kepresidenan,Johan Budi,dia hanya menirukan kembali pernyataan Pratikno。 Dengan diberhentikannya Arcandra,maka praktis dia hanya menjabat sekitar 20 hari pasca dilantik oleh Presiden pada tanggal 27 Juli lalu。

Arcandra dilantik untuk menggantikan Sudirman Said yang terlempar dari kabinet kerja dalam proses rehuffle jilid kedua。

Bantah kecolongan

Sementara,Johan Budi meminta publik melihat keputusan Presiden Jokowi lebih bijak。 Keputusannya untuk memberhentikan Arcandra bukan karena kecolongan,melainkan bentuk sikap responsif yang terhadap pertanyaan publik selama ini。 Selain itu,keputusan Jokowi untuk melantik Arcandra bukan tanpa didasari pertimbangan。

“Presiden juga memperoleh info dan data yang berkembang dari berbagai pihak,lalu masuk ke Beliau.Begitu pula juga dengan keputusannya memberhentikan dengan hormat(Arcandra)dan menunjuk Pak Luhut sebagai pelaksana tugas sementara,hingga ditunjuk Menteri definitif,”ujar Johan。

Mantan pelaksana tugas pimpinan KPK itu juga menyebut Jokowi pernah bertemu dengan Arcandra beberapa kali sebelum keputusan itu diambil。 Namun,dia mengaku tidak tahu apakah salah satu poinnya menyangkut informasi pemberhentian Arcandra。 - Rappler.com

BACA JUGA: