雍硖
2019-05-22 06:24:02
2016年8月6日下午10:20发布
2016年8月6日下午10:20更新

SNACK BIKINI。 Petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan(BBPOM)Bandung tengah menunjukan produk snack bikini yang berhasil disita dari pabriknya di Sawangan,Depok pada Sabtu dini hari,6 Agustus。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

SNACK BIKINI。 Petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan(BBPOM)Bandung tengah menunjukan produk snack bikini yang berhasil disita dari pabriknya di Sawangan,Depok pada Sabtu dini hari,6 Agustus。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

BANDUNG,印度尼西亚 - Sebuah rumah di Sawangan Depok Jawa Barat digerebek petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan(BBPOM)Bandung bersama Koramil dan Polsek Sawangan pada Sabtu dini hari pukul 00:15。 Rumah tersebut diketahui sebagai pabrik produk makanan“bikini”atau Bihun Kekinian yang tengah menghebohkan masyarakat。 Penyebabnya lantaran produk itu mengandung konten pornografi pada bagian kemasannya。

Dari penggerebekan tersebut,petugas menyita produk jadi Bikini Snack sebanyak 144 bungkus,kemasan primer Bikini Snack sebanyak 3900 lembar,beragam bumbu 15 bungkus,bihun sebanyak 40 bungkus,dan aneka peralatan produksi sebanyak 5 buah。 Petugas langsung menutup pabrik dan produk yang beredar di pasaran diminta untuk ditarik。

Sementara pelaku berinisial TW masih dibiarkan bebas sambil menunggu proses hukum selanjutnya。

“Kalau proses hukum kan ada tata caranya。 Barangnya sudah disita。 Nanti ada pemanggilan buat BAP,produknya diuji di laboratorium,apa ada bahan berbahaya dan seterusnya,“kata Kepala BBPOM Bandung,Abdul Rahim saat jumpa pers di kantor BBPOM Bandung,Jalan Pasteur,Sabtu 6 Agustus。

Menurut Abdul,pihaknya tidak berwenang untuk menahan pelaku。 Namun setelah berkas selesai atau P21 pelaku akan diserahkan ke kejaksaan。

“Di situ bisa ditahan oleh jaksa,”katanya。

Pelaku,kata Abdul,telah melanggar Undang-undang No. 18 tahun 2012 tentang pangan karena memasarkan produk yang tidak ada izin edarnya。 Pelaku bisa dihukum 2 tahun kurungan dan denda paling banyak Rp 4 miliar。

Selain itu,kemasan produk yang dinilai tak senonoh juga dianggap sebagai sebuah pelanggaran。 Dalam kemasannya ada gambar bagian tubuh perempuan yang hanya mengenakan bra dan rok serta ada tulisan“Remas Aku”。

SNACK BIKINI。 Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan(BBPOM)Bandung menyita ratusan produk snack Bikini atau Bihun Kekinian karena dianggap mengandung konten yang bertentangan dengan asusila。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

SNACK BIKINI。 Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan(BBPOM)Bandung menyita ratusan produk snack Bikini atau Bihun Kekinian karena dianggap mengandung konten yang bertentangan dengan asusila。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

“Dengan kemasan nyeleneh seperti itu sudah melanggar kesusilaan。 Kami tidak akan mengeluarkan izin edar kalau nama dan labelnya seperti itu。 Nama dan label juga menjadi penilaian BBPOM dalam mengeluarkan izin edar,“kata Abdul lagi。

Keberadaan pabrik“Bikini”berhasil diketahui setelah BBPOM melakukan investigasi lapangan dan penelusuran di akun instagram @bikini_snack yang memasarkan produk tersebut secara online。 Dari akun itulah,petugas menemukan informasi penting mengenai keberadaan pabrik makanan ringan berbahan baku bihun itu。

“Di akun itu diketahui pelaku sempat mengikuti kursus di sebuah lembaga pendidikan di Kota Bandung,”ungkap Abdul。

BBPOM sempat kesulitan melacak keberadaan pabrik Bikini Snack karena penjualan dilakukan secara online。 Pabrik akhirnya ditemukan setelah 3 hari melakukan penelusuran。

Pabrik Bikini Snack sempat diduga berlokasi di Kota Bandung seperti yang tercantum dalam kemasan。 Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pun memerintahkan jajarannya untuk menelusuri keberadaan snack itu。 Namun di kemasan yang disita petugas tempat produksi berada di Jakarta。 Di kemasan juga tercantum logo halal yang menurut Abdul adalah palsu。

Awalnya,produk Bikini Snack merupakan proyek penelitian TW dan empat orang temannya yang menjadi peserta kursus di Young Entrepreuneur Academy di Kota Bandung pada 2015 lalu。 Pelaku Tw kemudian melanjutkannya dengan menjual produk tersebut ke pasaran pada Maret 2016 dengan harga Rp 18 ribu per bungkus。

Selama itu,pelaku telah memproduksi 11 ribu bungkus yang dijual berdasarkan pesanan。 Penjualan比基尼小吃telah merambah ke sejumlah kota di Indonesia。

Kasus ini,kata Abdul,akan terus didalami oleh BBPOM termasuk menguji kandungan makanan yang dijual dalam kemasan 50克itu。 Pihak juga akan meminta sejumlah pihak yang terkait,seperti pengajar di lembaga kursus Young Entrepreneur Academy。

“Ketika dipresentasikan kemasannya sudah seperti ini.Harusnya tutornya memberikan masukan kemasan barang yang dijual harus sesuai kaidah,”katanya。

比基尼小吃dikemas dalam kemasan plastik dengan ukuran 50克。 Rasanya bervariasi ada pedas,披萨,jagung bakar,dan balado牛排。

Selain标语“Remas Aku”yang dianggap tidak senonoh,di kemasan itu juga tercantum kalimat lucu“Rasa yang dulu pernah ada dan sebongkah kasih sayang”mengikuti bahan baku lainnya seperti bihun,bumbu rempah spesial,dan minyak sawit di bagian komposisi makanan。

“Motifnya mencari sensasi dan keuntungan seperti itu。 Yah,namanya anak alay,“kata Abdul menjelaskan motif pelaku menmbuat kemasan nyeleneh seperti itu。 - Rappler.com