秦窬
2019-05-22 05:03:07
发布时间2016年8月3日下午9点43分
更新时间2016年8月3日下午9:43

JOKOWI DAN KARTINI KENDENG。 Presiden Joko Widodo menemui 9 Kartini Kendeng di Istana Negara pada Selasa,2 Agustus。 Foto:istimewa。

JOKOWI DAN KARTINI KENDENG。 Presiden Joko Widodo menemui 9 Kartini Kendeng di Istana Negara pada Selasa,2 Agustus。 Foto:istimewa。

雅加达,印度尼西亚 - Pada Selasa kemarin,2 Agustus,Presiden Joko“Jokowi”Widodo bertemu dengan perwakilan rakyat dari Pegunungan Kendeng,Pati,Jawa Tengah。 Dalan pertemuan tersebut,tercapai 5 poin kesepakatan yang diharapkan dapat mencegah kerusakan alam pegunungan kapur tersebut。

“Kami meyakini bahwa selama ini Pak Jokowi belum mengetahui dan mendengar fakta lapangan yang sebenar-benarnya。Oleh karena itu kami berusaha dengan sekuat tenaga untuk dapat bertemu langsung ke Beliau,”kata Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng(JM-PPK)Gunretno melalui siaran pers kepada Rappler pada Rabu,3 Agustus。

Pertemuan berlangsung di Istana Negara,di mana JM-PPK menceritakan berbagai pelanggaran dan pengabaian syarat-syarat wajib bagi sebuah program pembangunan yang dibuat secara sistematis,demi mulusnya pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng。

Pegunungan Kendeng,kata Gunretno,adalah pegunungan purba yang menjaga keseimbangan ekosistem yang sangat vital,yakni kawasan bentang alam karst dan Cekungan Air Tanah(CAT)。

Dari pertemuan tersebut,didapatkan 5 hasil kesimpulan:

1)Perlu segera dibuat analisa daya dukung dan daya tampung Pegunungan Kendeng melalui KLHS(Kajian Lingkungan Hidup Strategis);

2)Pelaksanaan KLHS akan dikoordinir oleh Kantor Staf Kepresidenan(KSP)mengingat masalah di Kendeng bersifat lintas kementerian dan lintas daerah(meliputi 5 Kabupten,1 Provinsi);

3)Dalam pelaksanaan KLHS nanti Kementrian LHK sebagai Ketua Panitia Pengarah;

4)Selama proses KLHS yang akan dilakukan selama 1 tahun,semua izin dihentikan;

5)Pemerintah menjamin proses对话/ rembugan多pihak杨sehat selama proses KLHS berlangsung。

“Presiden merasa penting mendorong KLHS sebab akan dapat memfasilitasi terintegrasinya isu-isu lingkungan hidup dan prinsip-prinsip keberlanjutan ekologis,”kata Gunretno。

Para rakyat Kendeng menerima fakta kalau Jokowi tidak serta merta membatalkan izin pertambangan dan menghentikan pembangunan pabrik semen saat itu juga。 “Namun dengan adanya KLHS di Pegunungan Kendeng nanti,kami yakin seyakin-yakinnya bahwa Pegunungan Kendeng tidak boleh dirusak dan dibongkar hanya demi pembangunan pabrik semen atau industri ekstraktif lainnya,”kata dia。

Gunretno,yang selama sepekan ini bersama 9 Kartini Kendeng menggelar aksi di depan Istana Negara,mengajak semua pihak untuk mendukung dan mengawal proses KLHS nanti。

Sebelum bertemu主持,Sukinah,salah seorang ibu-ibu petani dari Kendeng,mengatakan akan terus memperjuangkan kelestarian alamnya hingga akhir。

“Bagaimanapun juga,kita harus menjaga dan melestarikan bumi,ibu kita semua,”kata dia。 - Rappler.com

BACA JUGA: