颛孙哗
2019-05-22 06:10:17
2016年7月29日下午1:36发布
2016年7月29日下午1:36更新

Mobil ambulans yang membawa jenazah terpidana mati,meninggalkan dermaga penyeberangan Wijayapura,Cilacap,Jateng,pada 29 Juli 2016. Foto oleh Idhad Zakaria / Antara

Mobil ambulans yang membawa jenazah terpidana mati,meninggalkan dermaga penyeberangan Wijayapura,Cilacap,Jateng,pada 29 Juli 2016. Foto oleh Idhad Zakaria / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengonfirmasi bahwa telah dilaksanakan eksekusi terhadap 4 terpidana mati di Pulau Nusakambangan,Jawa Tengah,pada Jumat dini hari,29 Juli。

Dari 14 terpidana mati kasus narkoba yang awalnya masuk daftar eksekusi,Kejagung mengeksekusi mati empat terpidana。 Bagaimana nasib 10 lainnya?

Prasetyo mengatakan penangguhan eksekusi 10 terpidana mati karena ada pertimbangan lain seperti yuridis dan non yuridis。 Namun,ia tidak menyebutkan lebih dalam persoalan yuridis dan non-yuridis tersebut yang menjadi dasar pertimbangan。

Menurutnya,hal serupa juga terjadi pada eksekusi mati tahap dua kepada warga negara Filipina,Mary Jane Veloso,pada 2015年4月.Pemerintah菲律宾meminta eksekusi玛丽珍ditangguhkan karena pengadilan negara tersebut masih memerlukannya menjadi saksi,dan ada indikasi玛丽珍merupakan korban。

(BACA: )

“Belajar dari yang lalu tahap dua。 Pada detik terakhir harus ada yang ditangguhkan。 Seperti ada permintaan dari Filipina untuk menangguhkan Mary Jane karena masih diperlukan sebagai saksi dan dia dinyatakan sebagai korban,“ kata Prasetyo dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta,pada Jumat siang。

Prasetyo menyatakan,menjelang eksekusi pada Jumat dini hari tadi,Jampidum Noor Rachmad melaporkan kepadanya bahwa masih ada persoalan yuridis dan non yuridis yang menyebabkan eksekusi terhadap 10 terpidana mati ditangguhkan。

Salah satunya adalah Merri Utami yang saat ini sedang menunggu grasi dari Presiden Joko“Jokowi”Widodo。 Selain itu,juga ada Zulfiqar Ali,seorang warga negara Pakistan。

Sebelumnya,mantan Presiden RI,BJ Habibie,meminta Jokowi batalkan hukuman mati,salah satunya terkait sistem pengadilan yang tak sesuai。 Ia juga menyebut nama Ali dalam suratnya。

“Dalam lap oran para advokat dan lembaga swadaya masyarakat yang telah mempelajari hukuman mati,warga negara Pakistan Zulfiqar Ali ternyata tidak bersalah,”tulis Habibie。

Berdasarkan数据yang ada di Kejaksaan,saat ini terdapat 152 orang terpidana mati。 Jumlah tersebut terdiri dari 92 terpidana kasus pembunuhan,2 terpidana kasus terorisme dan 58 terpidana kasus narkoba。

Hak hukum 4 terpidana mati sudah dipenuhi

Dalam pernyataannya,Prasetyo mengatakan eksekusi empat terpidana mati dilaksanakan pada pukul 00:45 WIB,Jumat dini hari。

“Eksekusi dilaksanakan di lapangan penembakan Tunggal Panaluan,Nusakambangan。 Tempat itu paling理想,“kata Prasetyo。

Eksekusi sempat molor dari yang awalnya dijadwalkan pukul 00:00 WIB menjadi pukul 00:45 akibat hujan besar di daerah tersebut。

Berikut adalah keempat terpidana mati yang menghadapi regu tembak beserta kasus yang menjerat mereka:

弗雷迪布迪曼

Salah satu bandar narkoba terbesar di Indonesia。 Walau sudah ditangkap pada 2009 lalu,Freddy tetap bisa mengendalikan perdagangan narkoba dari balik jeruji。 Ia merupakan terpidana yang ditembak pertama kali pada Jumat dini hari。

2. Gajetan Acena Seck Osmane

Osmane dijatuhi vonis hukuman mati pada 2004 karena membawa 2,4 kg海洛因dalam 25 bungkus。 Mahkamah Agung menolak PKnya pada 2005。

迈克尔泰特斯

Michael Titus dijerat hukuman mati terkait kepemilikan海洛因seberat 5,8公斤pada 2003. Ia pernah mengajukan PK pada 2011,namun ditolak。 PK keduanya pada Januari 2016 kembali ditolak oleh PN Tangerang

Titus mengklaim selama pemeriksaan saat ditangkap oleh kepolisian,ia mendapatkan intimidasi untuk mengakui kepemilikan narkoba。 Jenazahnya akan dibawa Nigeria。

汉弗莱杰斐逊

Jefferson ditangkap di sebuah restoran yang dimilikinya di Depok,Jawa Barat,pada 2003 karena kedapatan memiliki 1,7公斤海洛因。

Prasetyo mengatakan bahwa keempat orang tersebut menjadi prioritas utama untuk dieksekusi karena memiliki peran yang penting di kalangan sindikat sebagai pemasok penyedia pengedar pembuat dan pengekspor。

“印度尼西亚sekarang ini bukan lagi tempat transit,tapi sebagai lahan usaha atau kegiatan mereka menjalan praktek kejahatannya,”katanya。

“Eksekusi mati bukan hal yang menyenangkan tapi untuk menyelamatkan generasi。”

Prasetyo memastikan bahwa hak hukum keempat terpidana yang dieksekusi sudah terpenuhi,termasuk permintaan terakhir yang diajukan。

Freddy Budiman,misalnya,sebelum berhadapan dengan regu tembak ia meminta supaya dikumpulkan anak-anak yatim untuk mendoakan dan berpesan agar dikuburkan di Surabaya。

Demikian pula dengan permintaan dua terpidana mati asal Nigeria yang ingin dimakamkan dinegaranya dan terpidana asal Senegal yang menghendaki dikremasi sebelum dikuburkan。 -Rappler.com

Baca laporan Rappler tentang eksekusi mati tahap tiga: