柏赓谪
2019-05-22 14:34:03
2016年7月19日下午1:09发布
2016年7月19日下午1:12更新

印度尼西亚雅加达 - (更新)Tim gabungan satuan tugas Tinombala hingga saat ini masih terus mengevakuasi jenazah terduga Amir Mujahidin Indonesia Timur(麻省理工学院),Santoso别名Abu Wardah yang tewas tertembak pada Senin malam,18 Juli。 Berdasarkan medan hutan lebat yang harus mereka lalui,maka proses evakuasi dengan jalan kaki menuju ke posko militer terdekat memakan waktu sekitar 4 jam。

Terduga Santoso tewas ketika terjadi baku tembak di Pegunungan Tambarana,Poso,Sulawesi Tengah。

Saat itu,anggota satgas Tinombala melihat 5 anggota kelompok Santoso tengah turun gunung。 Tiga di antaranya berada di dalam gubuk,sedangkan 2 lainnya di sungai。

“Personil sudah dibentuk untuk menjemput dua jenazah itu.Tapi,dilaporkan cuaca sedang buruk,sehingga kami akan terus berkoordinasi dengan petugas,”ujar Kadiv Humas Mabes Polri ketika memberikan keterangan pers pada Selasa,19 Juli。

Polri mengerahkan helikopter untuk mempercepat proses evakuasi dua jenazah tersebut ke RS Bhayangkara,Palu。 Menurut男孩,jika cuaca memungkinkan,maka jenazah akan tiba di Palu pada sore nanti。

Masih cocokan ciri fisik

Kendati sudah beredar foto jenazah terduga Santoso di media,tetapi Boy menyebut belum bisa memastikan pria tersebut adalah Amir MIT。 Padahal,di foto tersebut,jenazah memiliki ciri fisik tahi lalat di bagian dahi dan berjenggot。

“Tim DVI telah kami perintahkan untuk berangkat ke sana.Mereka yang akan melakukan tugas secara saintifik pada jenazah terduga Santoso,”kata dia。

Tim DVI nantinya akan melakukan pemeriksaan terhadap gigi dan DNA jenazah。 Hasil pemeriksaan terhadap DNA akan memakan waktu antara 3-4 hari。

Dengan tewasnya dua anggota kelompok麻省理工学院,maka tersisa personil mereka hanya 17 orang termasuk 3 orang yang berhasil melarikan diri ketika terjadi kontak senjata。 Lalu,apa operasi Tinombala akan dihentikan seandainya Santoso benar dinyatakan tewas? 男孩menyebut operasi itu akan tetap dijalankan。

“Berdasarkan data identifikasi kami,yang berjuang bersama Santoso masih berjumlah belasan,termasuk 3 orang yang berhasil kabur.Walau itu Santoso atau bukan(yang tewas),maka operasi ini akan tetap dijalankan hingga tuntas,”katanya。

Polisi akan terus mengantisipasi agar gerakan sel terorisme di Poso tidak berkembang luas。 Aparat keamanan juga akan mencegah agar wilayah Poso tidak lagi dijadikan basis berlatih bagi kelompok MIT,sebab mereka juga kerap mendatangkan orang dari luar negeri。

Tak ingin gegabah

Kapolda Sulawesi Tengah yang juga menjabat sebagai Kepala Satgas Tinombala,Brigjen Rudy Sufahriadi belum berani mengambil kesimpulan。 Tetapi,dia membenarkan aksi baku tembak memang terjadi。

“Ada di desa tadi,anggota kami terlibat baku tembak。 Dua orang laki-laki meninggal dunia dan ditemukan barang bukti berupa senjata M16 satu unit,“ujar Rudy yang dihubungi melalui telepon pada Senin,18 Juli。

Jenazah dua orang anggota MIT kini tengah dibawa menuju ke posko satgas。

“Kami belum tahu itu jenazah siapa。 Kalau ditanya mengenai ciri-ciri,memang anggota kami menyebut ada tahi lalat di bagian pipi。 Sementara,Santoso diketahui kan memang memiliki tahi lalat,“tutur Rudy。

Tak ingin gegabah,Rudy menyebut itu semua masih harus melalui proses identifikasi。

Sebelumnya,mantan Kapolri,Jenderal Badrodin海地mengatakan jarak antara anggota satgas Tinombala dengan kelompok Santoso 。 Tetapi,medan yang harus dilalui personilnya cukup sulit karena hutan di Poso cukup lebat。

“雅,mudah-mudahan sampai dalam pengejaran,itu yang harus kami tekan,”ujar Badrodin。 - Rappler.com

BACA JUGA: