颛孙刿
2019-05-22 09:16:18
2016年7月14日10:05 PM发布
2016年7月14日下午10:09更新

MIMBAR BEBAS。 Mahasiswa Papua di Yogyakarta tengah berorasi di depan asrama di Jalan Kusumanegara,Yogyakarta pada Kamis,Juli 14。 Aksi tersebut mendapat penjagaan yang ketat dari Polda Yogyakarta。 Foto oleh Anang Zakaria / Rappler

MIMBAR BEBAS。 Mahasiswa Papua di Yogyakarta tengah berorasi di depan asrama di Jalan Kusumanegara,Yogyakarta pada Kamis,Juli 14。 Aksi tersebut mendapat penjagaan yang ketat dari Polda Yogyakarta。 Foto oleh Anang Zakaria / Rappler

印度尼西亚YOGYAKARTA - Polda Yogyakarta menjaga ketat aksi mimbar bebas yang dilakukan oleh mahasiswa Papua pada Kamis,14 Juli。 Sepanjang hari,polisi mengepung lokasi asrama mahasiswa Papua yang berlokasi di Jalan Kusumanegara,Yogyakarta。

Sejumlah truk polisi dan aparat bersenjata terlihat telah berjaga sejak Kamis pagi di sekitar asrama。 Bahkan,otoritas keamanan masih terlihat di lokasi hingga sore tadi。

“Biasa,ini pengamanan agar semua(situasi)kondusif,”ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta,AKB Anny Pudjiastuti ketika dihubungi Rappler pada Kamis petang,14 Juli。

Jalan Kusumanegara pun sempat ditutup sebagian dan menjadi jalan satu arah pada Kamis siang。 Motor dan mobil polisi terlihat diparkir di tengah persimpangan Jalan Kusumanegara dan Jalan Kenanga untuk menghalangi kendaraan yang akan melintas ke arah timur。

Anny menjelaskan pengamanan polisi itu dilakukan demi menjaga keamanan dan agar masyarakat tidak usah khawatir。

Aksi mimbar bebas yang dilakukan mahasiswa Papua merupakan rangkaian kegiatan Persatuan Rakyat untuk Pembebasan Papua Barat sejak hari Rabu,13 Juli。 Dalam aksi tersebut,mereka menggelar panggung budaya,mimbar bebas dan aksi damai hingga hari Sabtu,16 Juli。

Salah seorang peserta mimbar bebas di Asrama Papua,Goo Koteka Che mengatakan acara itu terkait dengan Konferensi Tingkat Tinggi(KTT)Melanesia Spearhead Group(MSG)di Honiara,Kepulauan Solomon pada 14-16 Juli。

“Acara ini juga bertepatan dengan peringatan 47 tahun Penentuan Pendapat Rakyat(Pepera)tanggal 14 Juli,”kata Goo。

Mimbar bebas,ujar Goo,berlangsung di halaman asrama sejak pukul 09:00 WIB。 Dia mengaku sudah melihat banyak aparat polisi bersenjata yang berjaga di sekitar Jalan Kusumanegara。

Ketegangan antara peserta mimbar bebas dan polisi sempat terjadi。 Sekitar pukul 11​​:00,saat peserta mimbar bebas hendak berorasi di tepi jalan,polisi langsung merangsek maju dan memaksa mereka kembali masuk ke asrama。

Aksi saling dorong antara peserta mimbar bebas dan polisi pun tak terhindarkan。 Menurut Goo,seorang rekannya terluka di bagian kening。

“Dia terkena pentungan polisi,”tuturnya。

Berikut video yang diunggah oleh Goo di media sosial dan menggambarkan aksi dorong tersebut:

Untuk mencegah terjadinya aksi dorong,polisi kemudian memarkir satu unit mobil penyemprot air(water canon)tepat di depan gerbang masuk asrama。 - Rappler.com

BACA JUGA: