颛孙哗
2019-05-22 03:18:03
2016年7月11日下午4:11发布
2016年7月11日下午4:11更新

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan(BBPOM)Medan Ali Bata Harahap memperlihatkan barang bukti vaksin dan serum yang palsu di Medan,Sumatera Utara,pada Rabu,29 Juni。 Foto oleh Septianda Perdana / ANTARA

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan(BBPOM)Medan Ali Bata Harahap memperlihatkan barang bukti vaksin dan serum yang palsu di Medan,Sumatera Utara,pada Rabu,29 Juni。 Foto oleh Septianda Perdana / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Bareskrim Polri mengidentifikasi 12 rumah sakit yang diduga terlibat dalam menyebarkan vaksin palsu,kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya pada Senin,11 Juli。

“Kami identifikasi ada 12 RS.Itu sedang kami dalami,”kata Agung di Bareskrim Polri,雅加达。

Menurut Agung, rumah sakit yang teridentifikasi menggunakan vaksin palsu berada di Jawa dan Sumatera。 Agung enggan menyebut nama rumah sakit dan lokasi rinci RS tersebut dengan alasan proses penyidikan menganut asas praduga tak bersalah。

“Sebelum ada bukti kuat,itu masih rahasia.Selain itu,kami memerlukan fakta yang riil dari proses penyebaran vaksin palsu seperti apa,”katanya。

Agung mengatakan polisi telah menetapkan 18 tersangka。 Mereka adalah pemilik apotek,kurir,pembuat atau produsen vaksin palsu,经销商,dan pencetak标签。

Terakhir,polisi mengamankan R,seorang经销商,dan seorang bidan Monagu Elly Novita di Ciracas,Jakarta Timur。

Polisi juga sedang menyelidiki kemungkinna keterlibatan perusahaan。 - Rappler.com

BACA JUGA: