苍涮俭
2019-05-22 07:01:16
2016年7月4日下午4点25分发布
更新时间2016年7月4日下午4:25

MACET。 Kendaraan pemudik melakukan pembayaran di Gerbang Tol Pejagan-Brebes Timur,Jawa Tengah,Sabtu,Juli。 Pintu tol Brebes Timur merupakan salah satu titik kemacetan yang parah di jalur utara Pulau Jawa。 Foto oleh Oky Lukmansyah / ANTARA

MACET。 Kendaraan pemudik melakukan pembayaran di Gerbang Tol Pejagan-Brebes Timur,Jawa Tengah,Sabtu,Juli。 Pintu tol Brebes Timur merupakan salah satu titik kemacetan yang parah di jalur utara Pulau Jawa。 Foto oleh Oky Lukmansyah / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Para pemudik Lebaran tahun ini mulai melintasi sebagian area tol Pejagan-Pemalang yang sudah diresmikan oleh Presiden Joko“Jokowi”Widodo pada 16 Juni lalu。

Tetapi,niat awal untuk mengurai kemacetan di jalur bagian utara ini justru gagal - setidaknya hingga sejauh ini。

Terbukti di puncak mudik pada akhir pekan lalu,terjadi kemacetan parah,salah satunya ketika pemudik akan keluar di pintu tol Brebes Timur atau yang sering disebut“Brexit”。 Bahkan,antrean kendaraan mencapai sekitar 20公里dan dibutuhkan berjam-jam untuk keluar jalan tol。

Apa yang sebenarnya terjadi? Berikut 4 hal yang perlu kalian ketahui mengenai tol tersebut:

1. Dibangun untuk antisipasi lalu lintas mudik

Jalan Tol Pejagan-Pemalang merupakan bagian dari jalan tol Trans-Jawa yang akan menghubungkan Merak,Banten,dengan Banyuwangi,Jawa Timur。

Nantinya tol Pejagan-Pemalang akan dibangun sepanjang 57公里dan melewati 4 daerah,yakni Kabupaten Brebes,Kabupaten Tegal,Kota Tegal,dan Kabupaten Pemalang。

Tol tersebut terbagi ke dalam empat seksi。 Jalan yang sudah bisa dilintasi yakni seksi 1,区域Pejagan-Brebes Barat,dan seksi 2,Brebes Barat-Brebes帖木儿。

Sisanya,masih dalam proses konstruksi。 Nantinya,para pemudik bisa mengambil jalur keluar di pintu tol Brebes Timur(Brexit)untuk menuju ke Brebes。

Selain itu,tol tersebut juga terintegrasi dengan ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek,Cipularang,Padaleunyi dan Cipali,di Kabupaten Brebes,Jawa Tengah。

Sejak awal dibangun,Presiden Jokowi sudah meminta agar 2 bagian pertama tol tersebut sudah selesai sebelum memasuki musim mudik tahun ini。 Dengan begitu diharapkan bisa mengurai kepadatan arus lalu lintas di area tersebut。

Selain itu,Jokowi menyebut dengan kehadiran tol Pejagan-Pemalang,maka waktu tempuh dari Brebes ke Jakarta bisa lebih cepat。

“Jika sebelumnya mencapai 7果酱,maka sekrang sudah bisa antara 3,5 jam hingga 4 jam。 Kalau lebih cepat,art​​inya barang-barang yang dibawa tidak cepat busuk atau rusak,“kata Jokowi saat itu。

2. Sempat mangkrak 20 tahun

Proyek pembangunan jalan tol tersebut sempat mangkrak selama 20 tahun karena terhambat mengenai pembebasan lahan。 Menurut Jokowi,proyek itu sudah ditetapkan投资者sejak 1996年lalu。

“Tidak tahu masalahnya apa,di lapangan banyak masalah,terutama pembebasan lahan,”ujar Jokowi ketika meresmikan jalan tol tersebut。

Semula,tol Pejagan-Pemalang dimiliki bersama antara PT Waskita Toll Road dan PT MNC Infrastruktur melalui perusahaan induk PT Waskita MNC Trans Jawa Toll Road。 Tetapi,Waskita收费公路kemudian mengakuisisi kepemilikan ruas tersebut seluruhnya。

Mereka juga mengakuisisi 2 ruas tol Trans Jawa lainnya yakni Kanci-Pejagan dan Pasuruhan-Probolinggo。

Untuk pembangunan tol Pejagan-Pemalang,investasi yang dibenamkan mencapai Rp 5,52 triliun。

Jokowi sudah mewanti-wanti Menteri Badan Usaha Milik Negara(BUMN)Rini Soemarno dan Pemda Jawa Tengah agar seluruh ruas tol Pejagan-Pemalang bisa rampung pada 2018。

3. Macet,minim SPBU,dan tak ada toilet

Euforia pemudik yang pulang kampung pupus ketika akan keluar dari tol Brebes Timur。 Mereka dihadang kemacetan parah。 Bahkan,tak sedikit dari mereka yang harus menikmati kendaraan“terparkir”hingga 7 jam。

Kemacetan sudah terjadi sejak Sabtu,Juli 2。 Bahkan,hingga Senin dini hari,4 Juli,kemacetan belum juga terurai。

Masalah ditambah ketika di area tol hanya terdapat 1 tempat peristirahatan。 Walaupun 休息区 tersebut seluas satu hektar,tetapi dinilai kurang membantu warga yang telah terjebak selama beberapa jam di tengah jalan。

Alhasil,mereka mengandalkan makanan yang dijual oleh para penjual di jalan,kemudian sampahnya dibuang begitu saja di jalan tol。 Selain itu,pengemudi juga mengeluhkan minimnya SPBU di sepanjang tol Pejagan dan pintu keluar tol Brebes。

Menurut Kepala Cabang Tol Kanci-Pejagan-Pemalang,Zurmalyan Iskandar,di rest area KM 252 disediakan BBM kemasan yang disediakan khusus bagi pemudik sebagai antisipasi macet panjang。

“Jadi sudah ada spanduk dari Pertamina。 Tetapi,mungkin karena tidak ada lambang,pengendara tidak tahu,“ujar Zurmalyan。

Isu lainnya menyangkut厕所umum。 Warga juga mengeluhkan tidak ada toilet di tengah kemacetan parah。 Akhirnya,pemudik memanfaatkan厕所darurat yang tersebar berderet sejak公里266 jelang pintu keluar tol Brebes Timur。

4. Macet karena antrean pintu tol

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyebut penyebab panjangnya antrian kendaraan di pintu keluar tol Brebes Timur,karena 8 gerbang tol hanya melayani transaksi tunai。

“Saya sudah minta sejak 3 bulan lalu,tol itu tidak boleh dengan transaksi tunai。 Pak Menteri PU(Pekerjaan Umum)minta 2 tahun [untuk proses tersebut]。 Saya kira kelamaan,“kata Jonan。

Ia mengatakan antrian semakin panjang,apalagi jika transaksi ada kembalian。

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemhub Hemi Pamurahardjo menyebut petugas pintu tol sudah melakukan“jemput bola”dengan mendatangi mobil yang berhenti untuk melakukan transaksi pembayaran masuk tol。

Hal lain yang menyebabkan kemacetan yaitu antrean di SPBU dekat pintu tol Brebes Timur。 Untuk mengurai kemacetan,kata Hemi,otoritas berwenang sudah melakukan rekayasa lalu lintas di 2 jalur。

“Ruas pertama yakni dari Pejagan sampai Brebes Timur dialihkan ke pintu Tol Cikopo lama,ruas Jakarta-Cikampek diarahkan ke Pantura。 Sementara,ruas Cikopo-Cipali ditutup sementara,“tutur Hemi dalam keterangan tertulis。

Rekayasa lainnya,kata Hemi,ruas Palimanan-Kanci diarahkan keluar Kanci untuk mengarah ke jalur arteri Pantura。

Apakah kalian juga sempat terjebak macet di jalur tol Pejagan-Pemalang?

BACA JUGA: