崔卤署
2019-05-22 12:30:08
发布时间2016年6月23日上午9:57
更新时间2016年6月23日上午9:57

Jokowi akan memimpin rapat di atas KRI Imam Bonjol yang berlayar di Kepulauan Natuna,pada 23 Juni 2016. Foto dari Biro Pers Istana

Jokowi akan memimpin rapat di atas KRI Imam Bonjol yang berlayar di Kepulauan Natuna,pada 23 Juni 2016. Foto dari Biro Pers Istana

雅加达,印度尼西亚 - Presiden Joko“Jokowi”Widodo mengunjungi Kepulauan Natuna,Provinsi Kepulauan Riau,untuk memimpin rapat terbatas(ratas)tentang pengembangan potensi ekonomi daerah perbatasan yang sering menjadi sengketa internasional,pada Kamis,23 Juni。

Dalam kunjungan kerja pertamanya ke Natuna,Jokowi akan memimpin ratas yang membahas Pengembangan Potensi Ekonomi Kepulauan Natuna di atas Kapal Republik Indonesia(KRI)Imam Bonjol yang berlayar di perairan Natuna。

Kepulauan Natuna adalah wilayah strategis karena berbatasan langsung dengan马来西亚,越南,dan Kamboja。 Natuna juga merupakan wilayah yang menjadi jalur utama pelayaran laut dunia,terutama bagi kapal-kapal yang hendak menuju Hongkong,Jepang,dan Korea。

Peta wilayah perairan Natuna。 Ilustrasi dari setkab.go.id

Peta wilayah perairan Natuna。 Ilustrasi dari setkab.go.id

Menurut anggota蒂姆komunikasi主持,Ari Dwipayana,pengembangan Natuna menjadi sebuah keharusan dan juga prioritas utama bagi pemerintah印度尼西亚。

“Bukan saja karena Presiden ingin perbatasan sebagai beranda terdepan Indonesia,tetapi juga Presiden ingin mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,”ujar Ari dalam siaran persnya,Kamis。

Sebagai daerah kepulauan,ujar Ari,pembangunan di sektor kelautan,perikanan,dan pariwisata bahari di Natuna diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan bagi rakyat Indonesia,khususnya di Kabupaten Natuna,Provinsi Kepulauan Riau。

“Presiden mengadakan rapat terbatas di Kepulauan Natuna karena ingin melihat langsung kondisi di Kepulauan Natuna sehingga rencana pengembangan yang akan ditempuh akan menjadi lebih terarah,jelas,dan sesuai dengan kondisi yang diharapkan,”kata Ari。

Sebelumnya,pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan kerap menangkapi sejumlah kapal ilegal asing yang berlayar dan diduga mengambil ikan di wilayah perairan Natuna。 -Rappler.com