逯米
2019-05-22 04:20:03
2017年11月2日下午6:15发布
2017年11月2日下午6:15更新

Para taruna Akpol saat mengikuti persidangan。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

Para taruna Akpol saat mengikuti persidangan。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

SEMARANG,印度尼西亚 - Sebanyak lima taruna Akademi Kepolisian(Akpol)tingkat III terancam hukuman tigaun penjara lantaran dianggap terlibat dalam kasus penganiayaan yang berujung pada kematian yang menimpa taruna Brigadir Dua Muhammad Adam。

Ancaman hukuman penjara itu terungkap tatkala majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang menggelar sidang lanjutan dengan agenda tuntutan terhadap 14 terdakwa taruna Akpol,pada Kamis 11月2日。

Bertempat di ruang sidang utama PN三宝垄para terdakwa menjalani tuntutan bergiliran。 Mula-mula ada empat terdakwa masing-masing Christian Atmadibrata Sermumes,Martinus Bentanone,Gibrail Chartens Manorek,dan Gilbert Jordu Nahumury duduk di kursi pesakitan sembari mendengarkan tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum。

“Menjatuhkan terdakwa dengan pidana tiga tahun penjara dikurangi masa tahanan dan diperintahkan untuk tetap ditahan,”terang jaksa penuntut umum,Slamet Margono,saat membacakan amar tuntutannya。

Slamet menyebut tindakan terdakwa yang sengaja melakukan kekerasan dengan tenaga bersama-sama telag terbukti dari baranga bukti yang dihadirkan dalam sidang sebelumnya。

Tindakan terdakwa,kata Slamet,mengakibatkan korban meninggal dunia。 Tak hanya itu saja belasan taruna juniornya yang lain juga mengalami luka-luka。

“Menyatakan terdakwa bersalah melakukan kekerasan dengan tenaga bersama sebagaimana pasal 170 ayat 2 ke1 atau pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP,”ungkapnya。

Pada Pasal 170 ayat 2 ke1 menyebut bahwa barangsiapa terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang,diancam dengan pidana penjara paling lama 5(lima)tahun 6(enam)bulan。

Untuk Pasal 170 ayat 2 ke 3 berbunyi dengan pidana paling lama 12(dua belas)tahun,jika kekerasan mengakibatkan maut。

Kendati demikian,jaksa menemukan faktor yang meringankan terdakwa。 Mereka,lanjutnya terlihat sopan,masih muda,dan belum pernah dihukum sebelumnya。

Antonius Widjantono,Ketua Majelis Hakim,kemudian mempersilahkan terdakwa mengajukan nota pembelaan(pledoi)pada pekan depan。 “Saya beri kesempatan mengajukan pledoi terdakwa pada pekan depan,”katanya。

Di tempat terpisah,ada sembilan taruna tingkat III yang dituntut hukuman penjara 1,5 tahun dalam kasus serupa。

Kesembilan orang itu meliputi,Joshua Evan,Reza Anata,Indra Zulkifli,Dwi Sutrisno,Aditya Khaimara,Chikita Alviano,Rion Kurnianto,Erik Apriliyanto dan Hery Avianto。

JPU Panji Sudrajat mengatakan kesembilan terdakwa pantas dijatuhi hukuman penjara 1 tahun dan enam bulan dipotong masa subsider。 Ia pun memerintahkan agar terdakwa agar tetap ditahan sekaligus barang bukti yang dipakai selama ini dikembalikan。

“Menetapkan barang buti dikembalikan kepada terdakwa untuk dapat digunakan sebagai bukti lanjutan dan ditambah beban biaya sidang kepada terdakwa,”katanya。

Sedangkan,Renox,seorang terdakwa lainnya menjalani tuntutan secara terpisah。 Renox akhirnya juga terancam hukuman tiga tahun penjara atas perbuatannya yang menjadi eksekutor pemukukan terhadap korban sampai meninggal dunia。

Ajukan pledoi

Atas putusan itu,HD Junaedi,tim kuasa hukum terdakwa keberatan dengan tuntutan jaksa。 Ia menuding jaksa mengada-ada。 Junaedi menegaskan akan mengajukan pledoi untuk para kiennya pekan depan。 “Pasal 107 KUHP tidak mengatur tentang tuntutan tersebut.Kami pekan depan akan membacakan pledoinya.Tunggu saja nanti,”ujar Junaedi。 -Rappler.com