苏佯
2019-05-22 10:08:15
2016年6月21日下午5点02分发布
2016年6月21日下午5:02更新

TERDAMPAR DI ACEH。 Petugas Imigrasi dan aparat TNI AL berupaya menenangkan dan membujuk para imigran asal斯里兰卡杨melompat ke daratan untuk naik kembali ke atas kapal di pantai Pulo Kapuk,Aceh Besar,Aceh,Kamis,16 Juni。 Foto oleh Irwansyah Putra / ANTARA

TERDAMPAR DI ACEH。 Petugas Imigrasi dan aparat TNI AL berupaya menenangkan dan membujuk para imigran asal斯里兰卡杨melompat ke daratan untuk naik kembali ke atas kapal di pantai Pulo Kapuk,Aceh Besar,Aceh,Kamis,16 Juni。 Foto oleh Irwansyah Putra / ANTARA

印度尼西亚雅加达 - Kapal yang mengangkut 44 pengungsi asal斯里兰卡batal kembali ke perairan internasional pada Senin,20 Mei,akibat kerusakan mesin。

Saat ini,TNI Angkatan Laut,dibantu otoritas terkait,masih terus mengusahakan perbaikan mesin。

Ke-44 pengungsi itu kini masih ditampung di tenda penampungan hingga menunggu perbaikan mesin kapal rampung。 Lalu,kapan mereka akan kembali berlayar dari Aceh?

“Secepatnya,begitu perbaikan(mesin kapal)selesai.Kapal perang kami juga sudah siap untuk mengawal,”kata Panglima Komando Armada Barat(Pangarbar)Laksamana Muda TNI,Achmad Taufiqoerrochman,kepada Rappler melalui pesan pendek pada Senin malam,20 Juni。

Pejabat berwenang亚齐menolak untuk membiarkan mereka tinggal di daerahnya,karena dianggap tidak memiliki dokumen yang layak。 Menurut keterangan pejabat imigrasi亚齐,rencananya ke-44 pengungsi itu akan berlayar ke Pulau圣诞节,澳大利亚。

Tetapi,pemerintah印度尼西亚tidak menyarankan mereka melanjutkan perjalanan ke Negeri Kanguru。 Pemerintah sebaliknya menyarankan琼脂para pengungsi kembali ke negara asal。

Achmad mengatakan sejak awal kapal terdampar di perairan Lhoknga,Aceh Besar,pada 11 Juni,personilnya telah memberikan bantuan kemanusiaan antara lain bahan bakar,makanan,air dan tenda penampungan。

Sementara,menurut laporan kantor berita AFP,Pemerintah Daerah Aceh sejak awal tidak mengizinkan para pengungsi yang berasal dari etnis Tamil itu mendarat di pantai Lhoknga。 Padahal,Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah meminta pejabat setempat untuk membiarkan mereka masuk。

“Sejak awal saya sudah perintahkan gubernur dan Pemerintah Provinsi Aceh untuk mengizinkan pengungsi yang perlu ke daratan.Mungkin Pemprov-nya belum siap.Saya minta biayanya ditanggung Kementerian Sosial,”kata Kalla saat menjawab Rappler usai pertemuan dengan Forum Pemimpin Redaksi pada Jumat,17 Juni 。

Kalla lalu meminta stafnya untuk menghubungi Gubernur Aceh setelah mendapat perkembangan situasi di lapangan。

“Saya sampaikan ke gubernur,bahwa alasan kita menerima mereka untuk sementara waktu ada dua.Pertama,sila ke-2 Pancasila yang berisi kemanusiaan yang adil dan beradab.Kedua,kita mengkritik Eropa tidak mau terima pengungsi,masa kita juga lakukan hal yang sama? “ 卡塔卡拉。

Dia meminta agar ke-44 pengungsi itu ditampung dulu sementara。 Setelah itu,pemerintah akan berbicara dengan澳大利亚杨menjadi negara tujuan para pengungsi。

Bahkan,ketika pada 16 Juni terdapat lima perempuan yang mencoba turun dari kapal,polisi melepaskan tembakan peringatan ke udara。 Pejabat berwenang sempat berbicara dengan kelima perempuan itu dan mereka menurut dengan naik kembali ke kapal。

“Ada begitu banyak pengungsi yang tertekan dan menangis,”ujar Direktur LSM Internasional Aceh,Yayasan Geutanyoe,Lilianne Fan。

Badan PBB untuk Pengungsi(UNHCR)sempat memberikan pernyataan berupa keprihatinan mendalam karena kondisi kapal yang sudah reyot tetapi masih tetap digunakan untuk berlayar。 Sementara,kelompok pembela hak asasi manusia(HAM)mendesak Pemprov Aceh untuk mengizinkan mereka turun dari kapal。

Minta kapal diganti

SERAHKAN BANTUAN。 Gubernur亚齐Zaini Abdullah(kanan)menyerahkan bantuan logistik kepada salah seorang imigran斯里兰卡yang terdampar di Pantai Pulau Kapuk,Aceh Besar,Aceh,Jumat,17 Juni。 Foto oleh Ampelsa / ANTARA

SERAHKAN BANTUAN。 Gubernur亚齐Zaini Abdullah(kanan)menyerahkan bantuan logistik kepada salah seorang imigran斯里兰卡yang terdampar di Pantai Pulau Kapuk,Aceh Besar,Aceh,Jumat,17 Juni。 Foto oleh Ampelsa / ANTARA

Permintaan Kalla kemudian ditindak lanjuti oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah pada 17 Juni。 Pemprov akhirnya mengizinkan pengungsi turun dari kapal。 Bahkan,mereka memberikan bantuan kemanusiaan berupa makanan。

Salah seorang pengungsi perempuan asal斯里兰卡杨sempat berkomunikasi dengan Zaini,meminta kapal mereka diganti。

“Kami sangat merasa ketakutan,karena kapal ini sudah banyak masalah.Kami berharap bapak bersedia menggantikan dengan kapal yang lain,selama berada di sini,kami sangat kedinginan,”kata seorang pengungsi bernama Artika dalam Bahasa Inggris seperti dikutip 。

Zaini tidak mengabulkan permintaan kapal baru。 Ia hanya menyebut akan segera memperbaiki kapal yang ditumpangi Artika dan 43 pengungsi lainnya。

Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada Mei 2015,ketika terjadi“banjir”pengungsi Rohingya dari缅甸杨terjebak di perairan亚齐。 Kendati terdampar di Aceh,tetapi Pemprov dan TNI melarang kapal pengungsi mendarat di Aceh。

Bahkan,sejumlah nelayan Aceh yang berniat untuk menolong pengungsi Rohingya juga dilarang oleh TNI。 -Dengan laporan Uni Lubis / Rappler.com

BACA JUGA: