种卿忡
2019-05-22 08:05:21
发布时间2016年6月9日下午4点25分
2016年6月9日下午4:25更新

Pantai Kondang Merak di Kabupaten玛琅,Jawa Timur。摄影:Dyah Ayu Pitaloka

Pantai Kondang Merak di Kabupaten玛琅,Jawa Timur。 摄影:Dyah Ayu Pitaloka

MALANG,印度尼西亚 - Puluhan rumah tergenang air akibat rob (banjir air laut yang pasang)di pesisir Kabupaten Malang,Jawa Timur pekan ini。 Rumah yang berjarak antara 50米hingga 100米dari bibir pantai tergenang空气laut hingga ketinggian 30厘米。 Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD)Kabupaten Malang meminta penduduk tetap waspada selama pekan ini。

“Pada 7 Juni,ada 18 rumah tergenang air di Pantai Tamban,Desa Tambaksari,Kecamatan Sumbermanjing Wetan。 Airnya masuk rumah hingga 30 cm dan berlangsung sejak pukul 07:00 pagi hingga pukul 12:00 WIB,“kata Kepala BPBD Kabupaten Malang Hafi Lutfi pada Kamis,9 Juni。

Warga sempat mengungsi setengah hari namun kembali ke kediaman masing-masing menjelang petang。 BPBD telah menyiapkan jalur evakuasi dan juga tanah lapang yang berjarak sekitar 1 km di atas perkampungan warga sebagai lokasi evakuasi jika dibutuhkan。

Pantai Tamban yang dihuni sekitar 65 kepala keluarga juga memiliki 预警系统 sebagai tanda jika permukaan air laut naik。

“Sampai saat ini belum ada pengungsi,tidak ada korban jiwa。 Kerusakan杨tercatat adalah lahan jagung milik warga。 预警系统(杨)dipasang akan berbunyi jika permukaan laut naik。 Juga ada tembok pemecah ombak yang memberi waktu pada pengungsi untuk menyelamatkan diri jika sewaktu-waktu gelombang pasang atau tsunami,“katanya。

Sementara hari ini,sekitar 13 rumah tergenang di Pantai Kondang Merak,Desa Sumbermening,Kecamatan Bantur,Kabupaten Malang。 Rumah tergenang air setinggi 10 cm sejak pagi hingga siang。

Palang Merah Indonesia Kabupaten Malang mencatat selain rob, juga terjadi fenomena gelombang tinggi yang terjadi di sekitar Pantai Lenggoksono,Desa Pujiharjo,Kecamatan Tirtoyudo,Pantai Tamban di Kecamatan Sumbermanjing Wetan,Pantai Jaelangkung di Kecamatan Gedangan,Pantai Balekambang dan Kondang Merak di Kecamatan Bantur。

“Rumah tergenang,warga sudah mengamankan barang dan perahu mereka。 Tahun lalu ada perahu pecah tapi tahun ini tidak ada,“kata Aprilijanto。

Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Eko Prasetyo mengatakan dampak gelombang rob kali ini lebih dahsyat karena terdapat pula fenomena gelombang tinggi yang bukan disebabkan badai atau angin kencang。

“Terdapat fenomena swell,yaitu tekanan tinggi yang berpusat di sebelah barat Australia。 Tetapi dampaknya bisa terasa di sini。 Jadi jangan kaget jika tak ada angin tetapi gelombang tinggi,“kata Eko pada Kamis,9 Juni。

Gelombang tinggi merata terjadi di Selatan Jawa Timur dan diprediksi berlangsung hingga lima hari ke depan。 Gelombang diperkirakan mencapai ketinggian 3 hingga 4米di pesisir pantai。

Eko menghawatirkan dampak abrasi yang disebabkan gempuran gelombang ombak yang tinggi pada batu karang dan pesisir pantai。 “Bukan banjir atau genangannya yang dikhawatirkan,tetapi dampak abrasi pada karang dan pantai akibat gempuran ombak,”katanya。 - Rappler.com