种卿忡
2019-05-22 01:28:10
2017年11月1日上午10:07发布
更新时间:2017年12月4日上午12:57

TGPF。 Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)bersama Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi mendatangi gedung Merah Putih pada Selasa,31 Oktober untuk mengusulkan agar dibentuk TGPF kasus Novel Baswedan。 Foto diambil dari akun @KPK_RI

TGPF。 Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)bersama Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi mendatangi gedung Merah Putih pada Selasa,31 Oktober untuk mengusulkan agar dibentuk TGPF kasus Novel Baswedan。 Foto diambil dari akun @KPK_RI

印度尼西亚雅加达 - Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)Agus Rahardjo berencana untuk mengusulkan kepada Presiden Joko“Jokowi”Widodo agar dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta(TGPF)kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan。 Tetapi,usulan itu belum最后karena belum semua pimpinan lembaga anti rasuah itu satu suara。

Pernyataan itu disampaikan oleh Agus ketika menerima kunjungan dari mantan Ketua KPK dan Koalisi Masyaratkat Sipil Anti Korupsi di gedung Merah Putih pada Selasa,31 Oktober。 Sayang,yang menerima mereka hanya Agus。

“Kami akan tanya ke pimpinan KPK yang lain,sehingga hasilnya belum bisa disampaikan hari ini,”ujar Agus ketika menggelar jumpa pers di Gedung KPK kemarin。

Usulan itu sejar lama didengungkan oleh Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi dan mantan pimpinan KPK lainnya。 Hal itu lantaran institusi kepolisian dinilai lambat dalam mengungkap kasus penyidik senior KPK itu。 基尼,setelah 200 hari berlalu,petunjuk yang diperoleh pun dianggap masih sedikit。 (BACA: )

Kapolri Jenderal(Pol)Tito Karnavian di DPR bahkan mengaku sulit mencari dalang penyiraman air keras terhadap Novel dibandingkan menemukan aktor teror bom Bali。 Sebab,kasusnya termasuk kategori kasus 击中并运行 yang hanya sedikit meninggalkan jejak。

“Seandainya pimpinan yang lain kemudian setuju,bisa saja kemudian KPK mengusulkan ke Presiden untuk membentuk TGPF,”tutur dia。

Agus mengaku belum bisa berbicara lebih jauh mengenai usulan pembentukan TGPF kasus Novel。 (BACA: )

“Nanti,kami diskusikan。 Tetapi,kita semua perlu bersikap optimistis,melihat situasi,perkembangan,mungkin saja banyak pimpinan yang juga berubah sikap。 Kita tunggu,saya enggak bisa mendahului pendapat pimpinan yang lain,“tutur dia。

Sementara,mantan pimpinan KPK Abraham Samad mengatakan pembentukan TGPF merupakan solusi terakhir untuk mengungkap pelaku penyerangan kepada Novel。

“Karena dalam waktu cukup lama aparat kepolisian tidak mampu mengungkap kasus ini。 Dan khawatir kalau kasus Novel tidak pernah diungkap,maka tidak menutup kemungkinan kasus-kasus ini kembali terjadi,“ujar Abraham。

Ia pun yakin penyerangan terhadap Novel bukan teror terhadap individu melainkan kepada institusi。 Abraham mengingatkan jika kasus Novel tidak dituntaskan,maka gangguan terhadap keberadaan serta tugas KPK akan semakin banyak。 Apalagi saat ini,serangan bertubi-tubi sedang diarahkan ke lembaga anti rasuah itu。

“Jadi,ibaratnya kalau KPK lagi mengalami kesakitan,maka seluruh mantan pimpinan(KPK)harus merasakan itu dan harus punya sensitivitas untuk tetap mendukung secara penuh KPK,”kata dia。 - Rappler.com