柏赓谪
2019-05-22 02:19:10
2017年10月31日上午11:57发布
2017年10月31日下午6:33更新

Juru bicara Alexis Lina Novita saat menggelar jumpa pers di Hotel Alexis,Jakarta,Selasa(31/10)。 Foto oleh Brian Argawana / Rappler

Juru bicara Alexis Lina Novita saat menggelar jumpa pers di Hotel Alexis,Jakarta,Selasa(31/10)。 Foto oleh Brian Argawana / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - 法律和公司事务Alexis Group atau juru bicara Hotel Alexis Lina Novita mempertanyakan keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tidak memperpanjang izin usaha mereka。

“Kami berharap diberikan ruang untuk menyampaikan apa yang harus kami perbaiki,kenapa belum dapat diproses(izinnya),”kata Juru Bicara Alexis,Lina,dalam konferensi pers di Hotel Alexis,Jakarta,Selasa 31 Oktober 2017。

Seperti diberitakan sebelumnya,Pemerintah Provinsi DKI tak memperpanjang izin usaha hotel dan griya pijat Alexis pada Jumat pekan lalu。 Keputusan ini membuat Alexis harus menghentikan kegiatan usaha mereka。

Lina mengatakan pihaknya tidak mengerti apa yang membuat izin pihaknya tidak diperpanjang oleh Pemprov DKI。 Sebab,menurutnya,tidak ada aturan yang dilanggar。 “Seharusnya bisa diproses seperti tahun sebelumnya,”katanya。

Lina juga membantah kabar yang menyebutkan terdapat prostitusi di Hotel Alexis。 “Kami taat hukum,narkoba tidak ada,asusila tidak ada,”katanya。 “Jangan menghakimi kami secara sepihak。”

Selain itu Lina juga mengingatkan jika Alexis turut membayar pajak dan membantu pemerintah dalam hal tenaga kerja。 “kami berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah,”katanya。

Karena itu ia berharap Pemerintah DKI Jakarta mau memberikan solusi melalui audiensi。 Sebab,saat ini 600 karyawan tetap dan 400 karyawan lepas telah dirumahkan karena berhentinya operasional hotel dan griya pijat。

“Agar usaha kami di sektor pariwista bisa terus berjalan,kami siap membenahi sektor manajemen,”katanya。 -Rappler.com