余驸
2019-05-22 12:05:22
发布时间:2017年10月31日上午7:26
更新时间:2017年10月31日上午7:26

Ribuan petasan yang akan dimusnahkan oleh Polda Jabar,Senin(30/10)。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

Ribuan petasan yang akan dimusnahkan oleh Polda Jabar,Senin(30/10)。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

BANDUNG,印度尼西亚 - Peristiwa terbakarnya pabrik petasan di Kosambi Tangerang membuat aparat kepolisian di sejumlah daerah menggelar razia ke pabrik petasan yang berada di wilayah hukumnya。 Salah satunya yang dilakukan Polres Indramayu terhadap pabrik petasan milik SK yang berlokasi di Desa Telukagung Blok Bojong Loro Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu。

Dari hasil razia,polisi menemukan ratusan dus petasan berbagai jenis dengan jumlah 4 juta lebih butir petasan。 Jutaan butir petasan jenis korek api itu telah dikemas dan siap diedarkan。 Selain itu,ditemukan pula bahan baku petasan berupa bubuk硫磺sebanyak 4,1吨,钾sebanyak 500公斤,丹alumumium粉sebanyak 240公斤。

Temuan itu langsung disita dan dimusnahkan di Mako Brimob Polda Jabar,Jalan Sayang,Cikeruh Kabupaten Bandung,Senin 30 Oktober 2017. Pemusnahan yang langsung dipimpin Kapolda Jabar itu guna mencegah terulangnya kembali peristiwa terbakarnya pabrik petasan di Kosambi Tangerang yang menewaskan 49 orang buruh pabrik tersebut。

Pemusnahan dilakukan dengan cara meredam petasan dan sebagian diledakkan。 Saat bahan petasan itu diledakkan,bunyinya memekakkan kuping dan getarannya terasa kuat。

“Itu mesiu,petasan seperti itu。 Bahan bom tapi kadar rendah。 Fungsinya bisa untuk menghancurkan,“kata Kapolda Jabar,Irjen Agung Budi Maryoto。

Kabidhumas Polda Jabar,Kombes Polisi Yusri Yunus menerangkan,pabrik petasan milik SK itu mengedarkan petasan hasil produksinya hingga ke provinsi lain。 Polisi telah menetapkan SK sebagai tersangka karena menjalankan pabriknya tidak sesuai prosedur perizinan。

Yusri menambahkan,kapolda telah memerintahkan bawahannya untuk merazia pabrik petasan di daerah lain sebagai langkah preventif。 Ada beberapa titik yang sudah jadi target operasi,antara lain di Bogor dan Cirebon。

“Sementara masih ditelusuri oleh polres-polres。 Kapolda telah memerintah untuk segera dirazia。 Kalau tidak ada izin,akan kita tutup,“tegas Yusri。

Sementara itu,SK dituduh membuat,menyimpan,menadah petasan jenis korek api dan menjual hasil produksinya ke konsumen。 Perempuan 40 tahun itu dijerat dengan Pasal 1 ayat(1)UU Darurat No. 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman pidana mati,pidana penjara seumur hidup,atau pidana penjara paling lama 20 tahun。 -Rappler.com